SUAMIKU, PENDAMPING PERSALINANKU YANG KEREN
*Tulisan berikut alhamdulillah masuk dalam antologi yang sedang dalam proses terbit, mohon doanya kawan :)
“Dek, mas lemas ni..mas ga usah ikut masuk ke dalam ya...”kata suamiku saat kami duduk di deretan kursi menunggu panggilan USG kehamilan. Kakinya ia selonjorkan dan mukanya agak pucat.
“Aah, ayo dong say..masak nanti adik masuk ke ruang periksa tanpa suami...masuk ya..ya...” kataku pada suami yang akan menjadi ayah dari janin yang ada di rahimku.
“Duh, tapi ga kuat...mas mah kalau diajak ke tempat medis gini mesti lemas..”kata suami.
“Ayolah..ga apa-apa kok, yang diperiksa kan adik bukan mas..lagipula nanti mas bisa melihat calon anak kita...katanya mau dampingi adik saat melahirkan nanti, nah ini latihannya sayang” kataku lebih meyakinkan.

